KERJA NYATA BBPP KETINDAN LAWANG DENGAN MELAKUKAN PELATIHAN PENGOLAHAN HASIL RIMPANG DI TENGAH PANDEMI COVID-19

KERJA NYATA BBPP KETINDAN LAWANG DENGAN MELAKUKAN PELATIHAN PENGOLAHAN HASIL RIMPANG DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Kerja Nyata BBPP Ketindan Lawang Dengan Melakukan Pelatihan Pengolahan Hasil Rimpang Ditengah Pandemi Covid-19

Oleh* Wawan Andriarno*

Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah 

Universitas Negeri Malang

Dimasa pandemi covid-19 yang masih hangat terjadi di Indonesia bahkan seluruh dunia, seluruh kegiatan terhambat dalam beraktivitas bahkan ada yang sampai berhenti total. Seperti kegiatan ekonomi,pendidikan,pemerintahan,dan sosial. Namun pada masa pandemi sekarang ini kita dituntut untuk tetap produktif namun juga harus memperhatikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Seperti hal nya di bidang pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan Lawang, tetap produktif sebagai bentuk loyalitas sebagai abdi negara yang bergerak di sektor pertanian.
Di masa pandemi sekarang ini Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan tetap produktif melakukan kegiatan pelatihan secara online pada tanggal 24-27 Agustus 2020 dengan tema E-Training Pengolahan Hasil Rimpang dengan jumlah 20 peserta. Latar bekakang peserta pelatihan ini adalah petani, kelompok tani dan pelaku usaha mandiri kreatif yang sudah mempunyai produk dari olahan hasil rimpang. Proses kegiatan pelatihan E-Training Pengolahan Hasil Rimpang di sampaikan melalui media zoom. E-Training pengolahan hasil rimpang menggunakan live zoom untuk pembahasan materi, sedangan untuk forum evaluasi dan pengumpulan tugas menggunakan moodle e-learing bbpp ketindan. Materi e-training pengolahan hasil rimpang meliputi mengolahan hasil jahe, kencur kunyit hingga evaluasi yang diberikan oleh widyaiswara.
Peserta pelatihan sangat antusias dengan pelatihan ini, terbukti dengan mereka melaksanakan pelatihan ini dengan lancar mulai dari pembukaan sampai dengan penutupan pelatihan. Pelatihan ini dilakukan dengan baik setiap sesinya oleh peserta pelatihan yang dipandu juga oleh widyaiswara yang bertugas menyampaikan materi pelatihan. Mulai dari pretest, penugasan peserta, praktek mandiri yang dilakukan peserta pelatihan dirumah masing-masing, serta melakukan interaksi melalui live chat di grup peserta pelatihan dengan widyaiswara. Sebagai penilaian yang cukup penting dari hasil pelatihan ini, peserta pelatihan di tugaskan untuk membuat video proses pengolahan rimpang dengan sekreatif mungkin. Hasil video akan dijadikan sebagai pertimbangan widyaiswara untuk mengukur sejauh mana proses pelatihan ini berjalan.
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan bapak Soemardi Noor memberikan sambutan dan sekaligus membuka pelatihan. Dalam sambutannya beliau memberikan motifasi dan arahan pada peserta pelatihan untuk tetap semangat dan produktif aktif dalam melakulan kegiatan pertanian di masa pandemi saat ini, namun tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Karena walaupun pada masa pandemi seperti saat ini, sektor pertanian tidak boleh berhenti dan harus tetap berjalan karena sektor pertanianlah yang bergerak dalam penyedia pangan utama. Diharapkan juga petani ini bisa berinovasi untuk kemajuan pertanian Indonesia.
Hasil evaluasi yang dihasilkan dari pelatihan ini adalah peserta dievaluasi melalui pre test dan post test, hasilnya digunakan sebagai syarat kelulusan peserta dan mendapatkan sertivikat, apabila peserta mendapat nilai di bawah 70 maka peserta dinyatakan tidak lulus dan tidak bisa menerima sertifikat pelatihan, sedangkan apabila peserta mendapatkan nilai di atas atau sama dengan 70 maka peserta pelatihan dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat pelatihan. Hasil rekapitulasi tim evaluasi dari BBPP Ketindan menyatakan bahwa rata-rata pre test 40,42 dan post test 79,17, kenaikan 38,75 atau 95,87%. Dari hasil tersebut dinyatakan bahwa semua peserta pelatihan e-training pengolahan hasil rimpang lulus semua.

Tinggalkan Balasan