KKN UM 2020 : Tingkatkan Peranan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan COVID-19 dengan KASUARI (Kesadaran Untuk Pribadi) di Desa Bocek, Karangploso, Kabupaten Malang

KKN UM 2020 : Tingkatkan Peranan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan COVID-19 dengan KASUARI (Kesadaran Untuk Pribadi) di Desa Bocek, Karangploso, Kabupaten Malang

Covid-19 merupakan kepanjangan dari Corona Virus Dissase yang mana nama ini diresmikan oleh WHO. Virus corona sudah menjangkit 152 negara, termasuk Indonesia. WHO bahkan sudah meningkatkan status Covid-19 ini menjadi pandemi global. Minggu (14/6/2020) sore ini, pemerintah mengungkapkan, total ada 36.277 kasus Covid-19 di Tanah Air. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona Achmad Yurianto mengatakan, per-hari ini tercatat penambahan 857 pasien. Pemerintah juga menyampaikan kabar duka dengan adanya penambahan 43 pasien yang meninggal dunia setelah mengidap Covid-19. Total ada 2.134 pasien Covid-19 yang tutup usia setelah dinyatakan positif virus corona. Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga Minggu ini, sebanyak 13.574 dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 41.639 (Kompas.com).

            Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang kini sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Bocek, Karangploso, Kabupaten Malang. Melakukan Gerakan yang dinamakan KASUARI atau disebut dengan Kesadaran Untuk Pribadi. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat desa Bocek untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan kebersihan masing-masing agar terhindar dari virus corona ini. Mahasiswa KKN UM desa Bocek melakukan beberapa tindakan seperti pembuatan poster dan banner, membuat video animasi, pembuatan GERPEDIS atau Gerbang Penyemprotan Disinfektan, Pelatihan Face Shield untuk beberapa orang karang taruna, dan Video Potensi Desa Bocek berbalut podcast voice. Hal ini dilakukan untuk mengedukasi warga desa Bocek.

            Pemasangan poster dan banner yang bertujuan untuk memberikan beberpa informasi serta himbauan agar selalu menjaga kebersihan. Sasaran utamanya yaitu masyarakat Desa Bocek khususnya Dukuh Krajan. Berdasarkan keadaan di lapangan, masih banyak masyarakat yang berkeliaran di luar rumah tidak menggunakan masker. Maka dari itu dibuatlah poster yang mana mengangkat tiga tema yaitu: pencegahan, manfaat dan hal yang dapat dilakukan selama stay at home, serta sikap terhadap bahaya COVID-19 dan bannernya memuat himbauan tentang kawasan wajib memakai masker serta ajakan untuk memakai masker setiap keluar dari rumah. Dengan begitu warga desa Bocek bisa tetap melakukan kegiatan sehari-hari dengan menerapkan protokol kesehatan. Banner dan poster dipasang pada beberapa titik yaitu di balaidesa, di pos kamling, dan di tembok pinggir jalan dengan menggerakkan masyarakat untuk bergotong royong membantu memasang banner agar kesadaran masyarakat semakin peka dan warga desa yang berlalu lalang dapat melihat dan membacanya.

            Program kerja yang lain yakni Gerbang Penyemprotan Disinfektan (GERPENDIS) dipasang sebagai usaha untuk mencegah masuknya virus corona ke desa melalui masyarakat yang kembali dari aktifitas di luar Desa Bocek. Gerbang disinfektan telah dipasang di posko covid yang terletak di gerbang masuk desa, tepatnya di Dukuh Krajan sejak tanggal 3 Juni 2020, sehingga saat ini GERPENDIS telah beroperasi selama 12 hari. Dalam satu hari, alat tersebut dapat menyemprotkan 8 drum cairan disinfektan dengan volume 200 liter/drum. Selain itu, KKN UM dengan tema KASUARI ini juga membuat video animasi sebagai alat edukasi masyarakat mengenai bahayanya virus corona. Konten dari animasi tersebut meliputi pengenalan tentang virus corona, cara menghadapinya, penyebab virus corona, gejala virus corona, tips penjegahan, new normal, dll. Video animasi dibuat dengan visualisasi yang menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat agar pengetahuan tentang virus corona dapat tersampaikan dengan baik sehingga masyarakat tetap waspada setiap saat. Tim pembuatan video animasi memanfaatkan permainan warna untuk memudahkan penjelasan, seperti visualisasi perbandingan penularan orang-orang yang tetap berada di rumah dengan orang-orang yang berada di luar rumah dengan memberi warna merah pada orang-orang yang terinfeksi virus serta menularkan virus. Video animasi yang sudah jadi tersedia di youtube channel KKN UM desa Bocek 2020.

            Tidak hanya itu saja, bentuk kepedulian mahasiswa UM yang melakukan kuliah kerja nyata di Desa Bocek ini juga melakukan sebuah kegiatan pelatihan untuk membuat face shield atau pelindung wajah dari paparan virus corona. Luaran dari pelatihan ini akan dipergunakan untuk keperluan satgas covid di posko yang terdapat di Desa Bocek. Kegiatan ini selain membuat masyarakat lebih mandiri untuk menjadi desa tangguh, kami dari mahasiswa UM juga bertujuan dapat menggerakkan masyarakat untuk ikut serta peduli atas pandemi ini agar bisa disikapi dengan baik dan safety sehingga penyebaran virus corona bisa menurun khususnya di Desa Bocek ini yang masih dikatakan zona hijau.

            Dari beberapa pengabdian di atas merupakan beberapa bentuk kepedulian mahasiswa UM yang melakukan KKN di Desa Bocek ini. Tetapi, mereka juga mengangkat beberapa potensi yang ada di Desa Bocek ini dengan menggarap sebuah video potensi berbalut podcast voice. Tujuan dari pembuatan video potensi tersebut yakni untuk mempublikasikan apa saja keunggulan yang ada di Desa Bocek ini. Sehingga dengan publikasi ini diharapkan Desa Bocek lebih dikenal kedepannya, diperhatikan oleh pemerintah, dan potensinya bisa membawa manfaat untuk masyarakat Bocek khususnya.

Tinggalkan Balasan