PERAN MAHASISWA SEBAGAI PERGERAKAN MELAWAN PANDEMI GLOBAL

PERAN MAHASISWA SEBAGAI PERGERAKAN MELAWAN PANDEMI GLOBAL

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa mahasiswa memiliki peran penting terhadap masyarakat kaum terpelajar  yang diharapkan mampu menjadi pengontrol sebuah tatanan kehidupan sosial yang ada pada masyarakat. Dengan berbagai cara seperti memberikan saran, kritikan, dan juga solusi untuk permasalahan yang ada. Dan untuk mewujudkan semua itu, kita harus memiliki wadah agar kita dapat mewujudkan harapan bersama serta kesejahteraan kita semua. Karena wadah ini adalah tempat kita untuk berkarya, dan berekspresi. Serta dengan adanya wadah akan mempermudah gerakan kita. Seperti saat ini, di negara kita sedang  terjadi kekacauan dengan kedatangan Covid-19 yang menjadi permasalahan terberat bagi negara kita  yang menyebabkan melemahnya berbagai sektor tatanan kehidupan sosial mulai dari sektor perekonomianpendidikan, kesehatan dan berbagai sektor yang lainya. Kedatangan  Covid- 19  telah mendatangkan kekacauan serta kekhawatiran, karena ganasnya virus ini dan untuk mencegah penyebaran Covid- 19,  pemerintah mengambil langkah dengan membatasi semua aktifitas dengan harapan memutus rantai penyebaran Covid- 19 yang sangat cepat penyebarannya. Dari langkah yang diambil pemerintah menimbulkan permasalahan, kepanikan karena melemahnya perekonomian, terhambatnya jalan kegiatan belajar mengajar, aktifitas dibatasi dan lain sebagainya. Disituasi seperti ini adalah situasi dimana  peran mahasiswa di butuhkan untuk membantu kinerja pemerintah, menyumbangkan ide-idenya, gagasan-gagasanya dalam menangani situasi yang kacau, serta membantu menangani kepanikan yang ada pada masyarakat.

Lantas bagaimna peran Mahasiswa dalam menghadapi Virus Pandemi global ini?

Pertama bicara mahasiswa, kita tau bahwa mahasiswa punya 2 peran penting, yakni sebagai agent of change (perubahan) dan yang kedua agen of social control.

Maka pada peran pertama seorang mahasiswa harus lah mampu menawarkan perubahan pada masyarakat, maka hal pertama sebelum melakukan perubahan kepada masyarakat harus lah seorang mahasiswa itu mampu merubah dirinya menjadi seorang intelektual idealik, yang mana ia menjadi seorang intelektual yang cenderung pada kebenaran, maka dengan demikian capaian menuju kata agen perubahan itu akan terwujud
Lalu point kedua yang berbicara tentang, agent of social control adalah bagaimana seorang mahasiswa mampu menempatkan dirinya sebagai kaum tengah, dia berada di antara masyarakat dan pemerintah, maka pada suatu kondisi ia menjadi penyambung lidah rakyat untuk menginterupsi kekuasaan yang tidak berpihak pada masyarakat, dan pada satu kondisi ia menjadi rekan pemerintah dalam upaya mensukseskan kegiatan pemerintah yang berimplikasi baik bagi kehidupan masyarakatnya.

Nah di tengah pandemi global covid-19 ini, kita bisa lihat kegalauan pemerintah dalam upaya penanganannya, antara selamatkan rakyat atau selamatkan ekonomi melalui investasi, kita liat di awal bagaimana tindakan yang dilakukan pemerintah kita dalam menanggapi pandemi ini, kawan-kawan bisa tracking di google bagaimana sikap pemerintah di awal tahun 2020 sampe awal maret 2020.

Pemerintah lamban dalam mengeluarkan kebijakan yang jelas, terlihat gagap dan membuat masyarakat resah. Pun ketika kebijakan sudah mulai di terbitkan, terjadi diskomunikasi antara Presiden dan Menterinya, antara Pemerintah Pusat dan Pemrintah Daerah.

Dimana ketika Presiden menginstrupsikan A, Pemerintah Daerah melakukan B, ini yang membuat masyarakat kebingungan. Seharusnya pemerintah sanggup memberi harapan pada masyarakat bukan ketakutan-ketakutan yang kita rasakan seperti saat ini.
Ketakutan di tengah masyarakat yg takut kelaparan akibat instruksi di rumahkan dan melarang melakukan aktivitas diluar rumah, dimana tidak semua orang bisa bertahan hidup dengan tetap berada di rumah seperti para pekerja serabutan, pkl, ojol, buruh dan pekrjaan lainnya.

Ini adalah bukti bahwa negara dalam hal ini pemerintah tidak mampu hadir dalam sendi sendi masyarakat kita, maka peran ini lah seharusnya yg di ambil oleh mahasiswa dengan melakukan bantuan berupa donasi untuk masyarakat yang membutuhkan, edukasi mengenai covid19 mulai dari ODP, PDP dan Pasien Positif Corona, mengenai gejalanya hingga cara pencegahannya serta melakukan penelitian terkait covid-19 ini.

Mahasiswa juga harus bersinergi dan berkolaborasi bersama pemerintah dalam melawan Covid19 ini. Ini adalah tugas bersama, tugas Kemanusiaan, saatnya semua harus taat pada kebijakan pemerintah dan arahan dari aparat, karena ini adalah untuk kebaikan kita semua. Semoga kita semua dapat terhindar dari Covid19 ini, salah satunya dengan menerapkan physical disctancing (menjaga jarak fisik), memakai masker bagi yang merasa mempunyai gejala, cek suhu tubuh, menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan setiap selesai beraktifitas dan menghindari tempat keramaian. Semoga Covid19 cepat berlalu.

Tinggalkan Balasan