Seimbang

 Manusia terbiasa merencanakan jalan hidup tanpa mengetahui faktor apa yang akan dihadapi nantinya–kehidupan itu sangatlah dinamis yang secara sporadis dan dihadapi dengan realistis. Tidak pernah akan merasa puas apa yang sudah didapatkan dan yang sedang dijalankan, mengapa ?

 Seringkali kita menuntut kehidupan. Padahal kehidupan juga seringkali menuntut manusianya; memikat kedalam lingkaran zona nyaman. Menuntut kehidupan hanya membuat dirinya menjadi terpuruk dan tersudut.

 Berbahaya jika kita sudah rencanakan malah membuat kita menjadi merasa bersalah saat dilakukan. Itu rencana mu, lalu mengapa ragu ?. Ini seakan jatuh kedalam lubang, ya memang hidup itu jatuh kedalam lubang dan kita dituntut untuk keluar–perhatikan–pasti ada sesuatu yang bisa kamu bawa disaat keluar.

 Hidup harus berada ditengah-tengah–kehidupan selalu menuntut hal tersebut disetiap manusia; karena pada akhirnya manusia tidak selalu keluar dalam zona nyamannya; tidak melulu berpetualang menikmati alam raya yang indah nan istimewa. Hidup memang membuat manusia itu menjadi terikat, lalu bagaimana ikatannya ?. Buat ikatan itu yang tidak mengikat langkah kita dengan simpul mati. Yang menentukan hidup tentu manusianya sendiri, tergantung bagaimana manusia itu menjalaninya karena ada banyak faktor diluar sana yang harus dihadapi.

 Apapun yang terjadi didepan nanti–tetap harus bisa dihadapi. Perjalanan adalah inti. Hidup tidak melulu tentang kepentingan pribadi. Percayalah yang kamu jalani dan hadapi pada hari ini adalah kebaikan untuk orang-orang disekitar mu. Jika kembali dalam zona nyaman adalah hal kewajiban, maka bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Nikmati perjalanan mu dengan berbagi kebahagiaan.

Tinggalkan Balasan