Dekat terasa Jauh

Kisah di balik seragam putih abu-abu,kenangan yang terindah sekaligus kenangan yang tak ada henti-hentinya mengeluarkan tetesan demi tetesan hanya untuk melampiaskan masalah yang di hadapi walau sesaat.

  Aku pernah membayangkan tentang kisah SMA ku memiliki banyak teman-teman, bisa mengapai sesuatu apa yang belum aku terlaksanakan saat aku duduk di bangku  SMP. Dan aku ingin memiliki kisah SMA ku seperti di novel-novel aku baca.

 Tiga bulan berlalu, aku sudah resmi menjadi siswi resmi di sekolahku. Aku merasa bimbang di pikiranku ‘Bagaimana caranya aku bisa membujuk mama, untuk pindah sekolah’. 

Setiap malam aku terus memikirkan mengenai aku yang tidak terlalu nyaman di sekolah. 

Aku tidak tega berbicara kepada mama ku mengenai masalah sekolahku yang tiap hari selalu di asingkan oleh teman-teman di kelasku. Sempat terlintas di pikiranku

‘ Apa aku terlalu bodoh, sehingga mereka mengasingkanku? ‘

  Aku hampiri Mama yang tengah duduk di bangku ruang tamu. Mama tersenyum kearahku dan berbicara di telingga ketika aku mencium tanganku.

 “Jangan putus semangat ketika banyak orang yang menghujatmu “

 Aku membalas senyuman mama, dan pergi ke kamar. Apa maksud mama, apakah mama mengetahui kalau tidak nyaman di sekolah?. 

                 🌬️🌪️🌪️

  Istirahat pertama aku memutuskan untuk pergi ke kantin menemui temanku yang beberapa hari lalu kami berkenalan. Walaupun kami baru bertemu, aku merasa nyaman dengan mereka berbeda kalau aku bersama dengan teman-teman kelasku.

Mereka tak pernah memilih dalam berteman. Itu lah yang membuatku bergaul dengan mereka. 

                       🌬️🌪️🌪️

 Tak terasa sekarang aku sudah kelas dua, tinggal satu tahun lagi aku lulus. Seiringnya waktu teman-teman kelasku sudah berubah mereka telah menerimaku di kelas ini, rasanya senang sekali. 

   Selain aku sudah di terima menjadi bagian kelas ini oleh teman sekelasku. Tapi tidak dengan persahabatan kami berempat.Indah, Amel, Bella, Evelyn, mulai retak. Karena aku jarang bisa di bilang tidak pernah menghabiskan waktu bersama lagi. Dan dari situ lah aku binggung, di satu sisi aku senang dan di sisi lain aku sedih. Aku tidak ingin kehilangan semuanya apa yang sekarang aku miliki. 

            🌬️🌪️🌪️

 Tepat bel berbunyi, aku memasukkan semua buku-buku ku yang berserakan di meja. Selesai. 

  Aku berjalan didepan gerbang, karena aku sudah janjian dengan Indah untuk nonton karnavalan. Mengingat jawaban Indah aku merasa senang sekali karena dia tidak marah denganku. 

                    🌬️🌪️🌪️

   Di sepanjang jalan aku selalu iri dengan Wulan yah teman sekelas Indah terlihat sangat dekat dan sesekali tertawa melihat anak kecil yang sangat menggemaskan mengenakan baju mayoret dan di tambah lagi dengan riasannya.

 Apa sebegitunya Indah kecewa kepadaku sampai tidak menyadari keberadaanku. Akhirnya aku  memilih pergi dari sana. 

            🌬️🌪️🌪️

   Tak bertahan lama teman-teman sekelasku memperlakukanku layaknya seperti di terima menjadi kelas ini. Aku mulai di remehkan oleh teman-teman ku karena aku tidak memiliki banyak keahlian dalam bidang apapun. Kena mereka tidak bisa menerimaku tanpa harus memilih dalam pertemanan. 

     Apa aku tak bisa mendapatkan kebahagiaan, mengapa kau merebut satu persatu kebahagiaanku. Cukup Ayah yang kau ambil jangan lagi mengambil orang tersayangku. Dan dia, yah cowok yang telah mengambil cinta pertamaku. Tiba-tiba meninggalkanku di saat aku mulai cinta padanya. Dan lebih parahnya dia hanya menganggapku sebagai seorang teman? 

” Teman, yah hubungan kita hanya sebatas teman”

 Rasanya aku ingin tertawa mendengar ucapannya, bukan ucapannya tapi menertawakan diriku yang terlalu bodoh menganggap bahwa dia memiliki perasaan yang sama seperti yang aku rasakan sekarang. 

” Tapi setelah ini kita akan terus berteman kan? “

  Berteman? Ku rasa aku tidak bisa melakukannya. 

” Iya” ucapku yang terus menahan air mataku agar tidak menetes di depannya. 

” Ku rasa tidak masalah jika kita berteman saja “

    Kenapa aku harus membohongi perasaanku sendiri.  

                    🌬️🌪️🌪️

   Tiga hari semenjak aku mengungkapkan perasaanku padanya. Kenapa aku merasa dia menjauhi ku tepat tidak terlalu jauh dari hadapannya. Apa dia tidak melihat tapi kalau  tidak melihatku kenapa dia menegur sapa dengan teman sekelasku yang berada di sampingku. Melirikpun tidak apalagi menegur, aku terlalu berharap lebih kepada dia. 

   Kami seperti orang asing, padahal dulu dia selalu memperhatikan gerak gerikku dan sekarang dia terlihat masa bodo ketika melihatku pura-pura tidak mengenal. 

 Apa Ini yang dinamakan cinta senjati, yang membuatku trauma untuk mencintai seseorang lagi. 

   Kisah putih abu-abu tidaklah menyenangkan seperti yang mereka bayangkan. 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan