Murah kah Aku?

Pada mata menatap, buntu kata tak terucap. Apa yang kau ucap, sebagai gurau tak beradab. Tawamu, adalah tamparan bagi nalarku untuk berfikir. Sebercanda itukah rasaku sebagai pemuas gelak tawamu? Serendah itu jua, aku dipikiranmu?

“ayolah, ini hanya bercanda”

Mungkin, mulaiah berfikir untuk memanusiakan perasaan manusia, memanusiakan nalar insan lainnya. Barangkali, itu tak sebercanda gelak tawamu.

Lantas apa yang akan dipertanggung jawabkan bila otak tlah mendiskriminasi diri sendiri dengan kata

“Semurah itukah Aku?”

ainafirdhaa
ainafirdhaa
Perempuan yang masih berjuang untuk dewasa.

Tinggalkan Balasan