Sebuah Harap Menjadi yang Dilewatkan

Sebuah Harap Menjadi yang Dilewatkan

Bagian dimana selalu menjadi harapanku adalah aku selalu menjadi yang terlewatkan, pada semua pilihan yang ditujukan padaku. Tak ingin ada yang singgah dahulu pada kedalamanku yang masih entah berantah.

Kata mereka dan mungkin salah satunya “mari kita benahi bersama, mungkin ada satu ruang temu kita disana”, namun batinku selalu berkata “ah, bualan yang banyak aku dengar dari kebanyakan yang lewat depan rumahku”

Atau, satu pertanyaan yang menghentak nalarku, “mau sampai kapan kamu seperti itu? kalau kamu jawab siap, lalu kapan siapmu? sedangkan kamu sendiri tak pernah mencoba membuka”

Tapi, tetap saja, inginku masih jadi yang terlewatkan.

Dan berharap mereka yang memilihku dan menetap menunggu, hanya singgah karena lelah, bukan menjadikan aku, teman dari cerita yang berjalan.

Semoga~

ainafirdhaa
ainafirdhaa
Perempuan yang masih berjuang untuk dewasa.

Tinggalkan Balasan