Akal yang Menari dalam Kegelapan

Akal yang Menari dalam Kegelapan

Gentar berjalan segan membisik
tahun-tahun berlalu mendekam di dalam bilik
sungguh ketakutan menusuk jiwaku
ketakutan seakan mengejar diriku

Panca indera sukar dan samar-samar meraba
alunan lirik musik yang terdengar bagai dentuman sang ombak
khalayak sukar untuk tidak mempermasalahkan diferensiasi

Ribuan tetes air liur yang kutuangkan di celanaku
seakan ku tak boleh mengecap sebutir gula

Cacian lidah duri landak yang mencibir
karena cairan hidungku yang sudah kuusahakan jauh dari pakaian mereka
terutama pemikiranku
yang bergejolak dari ide setiap insan

Mampukah Sang Khalik mendengar sajakku ini?
Untuk mengeluarkanku
dari tenggelam dalam kekufuran

(Depok, Agustus 2019)

Tinggalkan Balasan