Dengarkan Suara yang Bungkam!

Dengarkan Suara yang Bungkam!

Dianggap jalang karna pakaian.
Diperkosa kemudian jika nafsunya tak tertahan.
Masih disalahkan padahal kami korban.
Bajingan semua budak-budak selangkangan.

Otakmu cacat berlindung dibalik stigma masyarakat
Kala korban bersuara dituduh dihujat semena-mena
Silahkan tertawa!
Hai, kau budak syahwat bersama si sok suci pemilik akhirat!

Kami korban yang dilecehkan,
kami penyintas kekerasan seksual.
Oleh manusia-manusia otak binatang,
yang masih sanggup berjalan melenggang.

Salah siapa mengumbar paha!
Suruh siapa pamer payudara!
Kata mereka yang merasa menggenggam surga.

Ingin berteriak rasanya,
salahkan saja pencipta keindahan di tubuh kami—perempuan.
Salahkan saja Tuhan!
Dan dewakan mereka punya nafsu setan!

Pakaian terbuka jadi soal.
Padahal masalahnya pada moral.
Tentang pikiran mesum yang di obral.
Ditambah kelaminmu yang haus di oral.

Kami korban yang dipaksa bungkam.
Oleh anggapan norma-norma yang kelam.
Takut untuk bersuara,
hingga mati tak bersuara.

20 Februari 2017
Mo.

pict by komunalstensil

Mo
Mo
Mengaksarakan keresahan

Tinggalkan Balasan