Ladang Hati Seorang Perempuan

Ladang Hati Seorang Perempuan

Senja baru saja pulang ke peraduan
Pandemi masih mengekang langkah
Benih-benih sepih yang disemai waktu
Tumbuh dan terus tumbuh menjalar

Pada sebidang waktu yang berdetak
Batang-batang gelisah menjulang
Merimbun rimba di lahan dadanya
Bagai di musim semi

Biji-biji kalander terus berguguran
Semesta belum jua melipat jarak
Semak-semak rindu menjelma benalu
Menjalar di gubuk-gubuk penantian

Seperti biasa baginya
Kala lisan tak sempat tersampaikan
Puisi tak akan pernah membisu
Dapat didengar telinga jiwa

Lalu, di secarik kertas ia menulis:
Tuan, lekaslah sampai di ladang hati
Memanen angan yang kian meranum
Ada lelah memangkas rindu seorang diri

Kb, 2020

Tinggalkan Balasan