MENGKECUP MALAM

Malam, 

Jejak hangat hanya sedikit tersisa di sini, mata ku sulit tertutup dengan kantuk yang enggan tiba,

ingin sekali rasanya aku bersembunyi di kaki langit, bersama pandang mata ku yang mulai berkunang melihat sekitar. 

Nadir yang menyulam detak hati, berjibaku dengan penat ku yang mulai liar memakan ketenangan jiwa, langit malam hanya aku yang kau lihat sekarang, 

melihat mu adalah harapan yang kosong, hanya indah kala sepi. Aku tak bisa menjangkau mu dari sini, ku pijaki untaian kata awan hingga indahnya melebihi seisi bumi namun tetap saja aku tak bisa mengkecup mu hingga bibir mu terlihat merekah dan berkata “aku melindungi mu”

 

Rizky irawan, 1 maret 2018 (1995)

Tinggalkan Balasan