“Menunggu”

Sepasang mata memandang gelisah

pada sebuah pulang yang samar.

 

Berakomodasi penuh pada jarak yang remang,

melabuhkan jauh dipandang sambil menerka itu remang.

 

Memusatkan pikiran dan perhatian

pada sekelebat bayang yang ditunggu.

 

Kabar belum mandi,

padahal sudah larut.

 

“Ah. Ini sudah terlalu lama.”

 

Kaki-kaki sudah mengakar,

namun kabar masih mengulum ketiadaan.

 

Sepasang mata telah meminum air keperihan,

“Mau sampai kapan menampung gelisah?”

 

Kabar masih menggenggam ego,

lantas si Pemilik Cerita harus apa?

 

 

_____________________

 

soeharty

Twins’ April, 2017

hanya bisa menunggu

_____________________

soo_heart86
soo_heart86
Gadis Pluviophile yang menikmati sastra dalam kesehariannya. Kuntum NTT yang merupakan seorang calon dokter dan sekarang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana, Nusa Tenggara Timur.

Tinggalkan Balasan