Pak otto

Pak otto

Ia sehelai daun
Yang takkaan tanggal meski di cambuk angin
Angin yang tajam,kusam dan berdebu

Dia itu sebongkah batu
Takkan lapuk dikikis waktu

Embusan nafasnya melukis angin
Membentang diantara sabana sabana
Yang gersang

Kau bimbing ia menuju haribaanMu
Sesampai sisana peluklah ia
Dekap sukmanya,rayakan cintanya

Dari epitaf ini memancar
Aroma harum
Dari hati yang segar
Sgala denyut sunyi ia dengar

Di relung lindap ini
ia endapkan
Sgala-gala harapan juga impian
Yang kekal

Kali ini
Yang ia butuhkan adalah doa
Doa bertabur cahaya
Cahaya yang memancarkan cinta
Cinta yang menghempuskan
Kerinduan tak habis-habisnya
Kepada kita semua

2020

Lelaki itu

Lelaki itu memunggut cahaya yang jatuh dan rebah di panggkuan tanah,sambil menyeka air matanya ia berkata”sebaik baik cahaya ialah yang memberi kesempatan kegelapan terjelma

2020

Ottoku

Siul suaramu
Adalah angin yang menghembus
Sabana gersang jiwaku

Alunan nasehat darinya
Adalah kokok ayam di pagi buta
Yang membangunkan harapan demi harapan,berpendaran

Telaga matanya
Adalah sungai jernih yang menghanyutkan
Sgala ketakutan
Sgala keresahan
Sgala kemunafikan

Wajah dan senyum basahmu
Adalah rembulan kudus
Adalah bunga camelia
Yang senantiasa melulur cahaya
“Billya,kegelapan mungkin tak henti-hentinya menimpa kita,tapi ingatlah,bahwa sebenarnya kita kian dekat dengan cahaya”

2020

Tinggalkan Balasan