Terdampar Dan Kesakitan

Dimana biduk yang hendak saya sandarkan,kini hilang saja

Empat tahun berlalu,namun tunggu dulu.kali ini kita santai kawan

Kali ini kita ke tepian,sekedar kopi darat sesama pesakitan

Saya atau anda dahulu yang cerita? Tunggu,itu sama saja kita pernah

Kita pernah diterjang badai bukan?  iya saya tahu,apa yang anda juga tahu

Biarkan saya berkeluh dan dengarkan kesah nya

Sayang,ternyata diriku sayang namun dibuang sayang

Cinta,ternyata diriku cinta namun tiada dicintai

Tunggu kawan saya belum selesai,tapi anda sudah klimaks

Ini baru awal

Andai anda tahu,apa yang lautan tahu tentu anda lebih ingin tahu

Tentang apa yang telah saya buat berdarah-darah bersama kayuh lusuh

Mengejar tanpa pedoman,hanya iman.iya itu saja

Mengejar yang tidak akan lagi menjamah permukaan tanah

Sepanjang pandang hanya lautan dan gugusan kepulauan

Empat tahun,jutaan kayuhan,dan nihil harapan

Hingga lelah tiba saya putuskan,menyandar pada pasrah serta tawakal

Kini pada pilar mana saya bersandar?

Semua hancur berserakan,diterjang ombak kegelisahan

Saya  mencari lanjut pelayaran,menuju ujung dengan ketakutan

hingga terdampar ke tepian,Sudah puas kawan?

Kini giliran anda cerita,walau saya tahu kisah nya sama saja

Terdampar dan kesakitan

 

 

 

PONTIANAK 2018, #LS28

Tinggalkan Balasan